Tampilkan postingan dengan label Media. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Media. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Juni 2012

Persamaan jurnalis dan ilmuwan

Tulisan ini diambil dari respon papper berdasarkan tiga kali pertemuan mata kuliah Moralitas, Etika, dan Hukum Media, Kriminologi FISIPUI pada tahun 2011.

Ada beberapa kesamaan antara jurnalis dengan ilmuwan yang dijelaskan oleh pengajar. Misalnya jurnalis dan ilmuwan sama-sama menyampaikan kebenaran. Di dunia ini tidak ada kebenaran yang mutlak, yang ada hanya kebenaran relatif (Nurudin, 2005). Saya sangat setuju pada pernyataan Nurudin ini yang sebelumnya sudah dijelaskan oleh pengajar. Sesuatu itu benar menurut orang lain, namun belum tentu benar menurut kita sendiri dan berlaku sebaliknya. Latar belakang dari seseorang juga sangat mempengaruhi pandangan dari seseorang.
   
Kemudian pengajar menjelaskan juga mengenai kebenaran yang dihasilkan oleh ilmuwan dan jurnalis. Seorang ilmuwan menghasilkan kebenaran dengan melakukan riset dan penelitian tentang masalah-masalah sosial. Kemudian hasil penelitian itu yang akan digunakan oleh masyarakat. Sedangkan jurnalis menyampaikan kebenaran dengan menyampaikan berita yang memuat 5w1h. Secara tidak langsung pertanyaan-pertanyaan yang ada di masyarakat terjawab oleh berita yang disampaikan oleh jurnalis.

Pers mahasiswa berlandaskan disiplin ilmu

Media massa di Indonesia

Media massa dalam sistem demokrasi memiliki peranan yang sangat penting dalam menjaga stabilitas berlangsungnya kehidupan berbangsa dan bernegara. Tak jarang media massa sering disebut sebagai pilar ke empat dari demokrasi setelah lembaga legislatif, eksekutif, dan yudikatif. Dalam prakteknya, media massa juga memberikan contoh bagaimana prinsip-prinsip demokratisasi mampu terselenggarakan dalam tatanan masyarakat.

Praktek media massa sebagai instrumen demokrasi terlihat jelas dalam Negara-negara yang sudah lebih maju. Disana media massa menjadi indakator dalam pelaksanaan sistem politik dengan memposisikan dirinya sebagai penyeimbang agar menjaga demokratisasi tetap berjalan. Sedangkan di negara yang sedang berkembang, media massa lebih berperan dalam mendorong pemerintahan menuju ke arah demokrasi. Media massa diharapkan menjadi lahan kebebasan berekspresi dan berpendapat bagi masyarakat. Selain itu media massa juga diharapkan memberikan informasi apa saja yang seharusnya dapat diterima oleh masyarakat. Marijan (2010) menjelaskan bahwa keberadaan media massa tidak adapat melepaskan diri dari corak sistem politik yang melingkupinya. Sistem politik yang demokratis tentunya memungkinkan praktek media yang lebih bebas. Di lain pihak jika sistem politiknya dikatakan belum demokratis maka kita akan menemukan praktek-praktek sensor terhadap media. Atau bahkan dalam tahapan yang ekstrem, media hanya digunakan sebagai alat propaganda penguasa atau pemerintah.

Jumat, 22 Juni 2012

Sejarah singkat jurnalistik investigasi

Sejarah jurnalistik investigasi dimulai dengan munculnya laporan investigasi yang dilakukan oleh Benjamin Harris.  Laporan itu dilakukan pada tahun 1620 dengan judul laporan Public Occurrences, Both Foreign and Domestic. Laporan yang dilakukan Benjamin Harris kemudian memunculkan semangat perlawanan, perjuangan atau biasa disebut crusading yang bertujuan menentang pemerintahan. Pada tahun 1721, semangat crusading mendapat bentuk formalnya melalui New England Courant yang diterbitkan James Franklin. James Franklin dapat dikatakan sebagai pelopor jurnalisme crusading, dimana dia menolak konsep “by authority”, dan tidak tunduk pada politik kekuasaan England Britain di AS. Kemudian muncul seorang perempuan bernama Nellie Bly yang melanjutkan semangat crusading ini.

Sabtu, 09 Juni 2012

Hitam putih hiburan malam kota Jakarta

Sebagian kalimat ada yang copas dari tulisan orang..

“Gilaa, asik banget nih bro.. Gaa kuaat deeh” celetuk seseorang dari dalam senyapnya kegelapan. Kegelapan di sebuah tempat hiburan malam di Jakarta. Jakarta sebagai kota terpadat di Indonesia tidak akan pernah berhenti untuk menyajikan sesuatu yang baru bagi warganya. Penatnya kehidupan perkotaan dan pusingnya tuntutan pekerjaan menyebabkan dibutuhkannya tempat yang bisa mengusir itu semua di Jakarta. Salah satu tempat yang paling digemari dan banyak peminatnya adalah tempat hiburan malam.
Sebelumnya banyak yang beranggapan bahwa akan sulit mencari kesenangan ketika waktu sudah melewati pukul 11 malam. Tetapi hal itu tidak berlaku bagi mereka yang hidup di tengah hiruk pikuknya kota Jakarta. Ibu Kota Indonesia ini merupakan salah satu kota metropolitan yang tidak pernah tidur, selalu hidup selama 24 jam setiap harinya.

Bagi para penikmat malam, Jakarta malam hari adalah surga. Semakin malam, Jakarta semakin bergairah. Banyak tempat hiburan yang mulai bermunculan. Tetapi tentunya tak seperti tempat hiburan pada siang hari. Hiburan malam hari di Jakarta hadir bersama dengan kerlap-kerlip lampu disco dan dentuman music. Begitupun dari segi jumlah, tempat hiburan malam di Jakarta banyak sekali jumlahnya, bertebaran di sekeliling kota Jakarta.

Jika boleh di artikan, hiburan malam disini berarti tempat orang mencari kesenangan duniawi dikala malam, dan biasanya identik dengan menghambur-hamburkan uang. Tempat hiburan malam memang banyak sekali berada