Sejarah jurnalistik investigasi dimulai
dengan munculnya laporan investigasi yang dilakukan oleh Benjamin Harris. Laporan itu dilakukan pada tahun 1620 dengan
judul laporan Public Occurrences, Both Foreign and Domestic. Laporan yang dilakukan Benjamin Harris
kemudian memunculkan semangat perlawanan, perjuangan atau biasa disebut crusading
yang bertujuan menentang pemerintahan. Pada tahun 1721, semangat crusading
mendapat bentuk formalnya melalui New England Courant yang
diterbitkan James Franklin. James Franklin dapat dikatakan sebagai pelopor
jurnalisme crusading, dimana dia menolak konsep “by authority”, dan
tidak tunduk pada politik kekuasaan England Britain di AS. Kemudian muncul
seorang perempuan bernama Nellie Bly yang melanjutkan semangat crusading ini.
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Jumat, 22 Juni 2012
Selasa, 19 Juni 2012
Untuk siapa?
Polandia 1930, pasukan Jerman menyerang kota Warsaw. Dalam sebuah ruangan berdiri dua orang laki-laki dengan postur tubuh yang kurang lebih sama. Anda yakin anak muda? Jangan pernah meremehkan kekuatan yang menghadang kita disana! Mereka kuat! Dia kuat! Kita? Hanya segerombolan tikus got dihadapan mereka! Pikirkan lagi! Kapten Szalvik berkata dengan lantang. Dihadapannya berdiri anak muda, dengan wajah menghadap ke lantai yang bercorak merah tua. Badannya terlihat gemetar, mungkin gugup. Dia coba menaikan wajahnya, memandang ke arah kapten Szalvik, sekilas wajah itu memang tidak memperlihatkan kegugupan. Namun sepertinya anak muda itu menyembunyikan sesuatu. Tapi waktu tinggal tujuh hari lagi kapten. Kami sudah mempersiapkan ini dengan matang. Menurut kapten, akankah saya dan kawan-kawan diam saja ketika ditindas? Kawan-kawan saya orang yang keras kapten! Aku yakin penyerbuan ini akan berhasil. Lima belas pucuk handgun, dan dua puluh pucuk senapan serbu sudah kami persiapkan. Belum lagi granat dan alat peledak lainnya. Sekali lagi aku yakin, kami bisa membuat kelabakan pasukan Jerman yang ada disana!.
Suasana hening.. Anak muda itu kembali mengarahkan pandangannya ke lantai. Kapten terdiam sejenak, memikirkan perkataan anak muda itu. Kapten memundurkan langkahnya, lalu duduk disebuah meja kerja. Diambilnya segelas vodka yang terletak dimeja, lalu diminumnya vodka itu. Kita ini sedang sakit. Kita ada di ambang kehancuran, golongan tua kita sudah tak berdaya. Tak ada upaya yang bisa mereka lakukan. Kota ini, Negara ini tinggal menunggu ajalnya. Coba lihat jumlah pasukan Jerman yang ada di kamp sana. Jauh lebih banyak dari jumlah pasukan kita! Apakah kamu tahu tentang cerita empat kapten Jerman yang sedang kita hadapi sekarang? Henrick si tangan besi,
Langganan:
Postingan (Atom)