Tampilkan postingan dengan label Refleksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Refleksi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Desember 2012

Umpatan Kebodohan

Aku terpana melihat keadaan di sekitar.
Penuh dengan ambiguitas yang memakan realita.
Tak ada kebenaran mutlak dimana kita semua menelannya dengan mentah-mentah.
Hanya ada keyakinan semu yang berasal dari berbagai macam perbuatan dan pengalaman.
Terbentuknya realita pun hanya karena itu.
Keyakinan yang hanya dimiliki orang per-orang.
Konsensus sudah tak patut diberlakukan lagi saat ini.
Pembodohan ber-skala panjang sudah membuat muak banyak orang.

Sabtu, 29 September 2012

Alunan Tajam

Hingar bingar kehidupan
Keindahan dari segudang kebusukan
Meyelam ke palung terdalam
Sebelum melampaui kayangan
Momentum di balik kenyataan
Realitas yang tak terbantahkan
Atas kuasa Tuhan
Apapun bisa khatam

Peran siap di pentaskan
Raut-raut muram bertebaran
Ratapan-ratapan kecil bersautan
Tetesan air berserakan
Nafsu pun tertahan
Godaan pun hilang
Kepedihan sulit di pendam
Tak ada kegembiraan
Tak ada ke ajaiban

Minggu, 08 Juli 2012

Pagi

Katanya pagi itu indah. Katanya pagi itu penuh semangat. Suara ayam dan burung saling bersautan. Gemercik air, obrolan pagi. Sinar matahari yang bersinar, angin sejuk yang bertiup dan kopi hangat dapat membuat pagi lebih berarti. Apakah memang seperti itu? Setidaknya itu yang dikatakan banyak orang, bukan aku. Aku punya pandangan yang berbeda tentang pagi. Anda pasti pernah melewati jalan panjang tak terlihat ujungnya. Aku melihat pagi seperti itu, sesuatu jalan lurus, panjang, kosong, sepi tak ada sesuatu objek apapun yang bisa

Minggu, 01 Juli 2012

Dua orang sibuk

Pernahkah anda diposisi ketika kesibukan sudah sangat menyelimuti anda.
     Selimut ya selimut, sibuk ya sibuk.
Menyelimuti bagaikan gemuruh awan tebal yang bersiap mengeluarkan badai besar di langit sana. Kepala anda dibuat pusing, badan anda dibuat menggigil karena kurang tidur, mata merah perih sehingga wajah anda mulai mengeluarkan ekspresi yang aneh, anda sendiri pasti malas untuk melihatnya.
     Deadline besok hari, ini belum selesai, itu belum di kerjain, Mas ini udah nunggu, Mba itu udah marah-marah mati aja, asik deh sibuk.

Kamis, 28 Juni 2012

Burung kakaktua

Aku hanyalah seorang burung kakaktua dalam sangkarnya. Aku dapat nama itu dari majikanku, namun Aku tak tau arti sebenarnya. Aku selalu meniru, meniru suara apa saja yang aku dengar. Aku yakin memang itu yang harus kulakukan. Aku sendiri kesepian di sangkar ini. Aku hanya ditemani majikanku, dialah yang memberi aku makan dan minum setiap hari. Aku sering melihat sekeliling sangkar, banyak sesuatu yang aku sendiri tidak tahu apa. Aku hanya melihat dan aku pun tak tahu melihat untuk apa. 

Aku pernah melihat majikanku duduk di depan sebuah kotak yang mengeluarkan cahaya. Aku melihat didalamnya banyak sejenis dengan majikanku berlarian menendangi sesuatu yang bulat. Aku kemudian melihat majikanku meloncat dan berteriak goaaaaal dengan gaduhnya. Aku hanya mengikuti majikanku berteriak goaaaaal. Aku kira memang seharunya aku lakukan itu. Aku sendiri tak tau makna sebenarnya dari itu apa.

Senin, 25 Juni 2012

Nikmat

Halo, perkenalkan namaku Ancy. Aku perempuan kuat, keras, kasar, dan sedikit gahar seperti orang-orang sejenisku yang lain. Orang bilang tampang ku galak, hah yang benar saja. Padahal menurutku sendiri tampangku ini sangat imut-imut dan cantik. Tapi yasudahlah, tak salah juga kalau aku merealisasikan apa yang ada di tampang ku ini. Toh stigma itu bukan aku yang menginginkannya. Aku hidup dalam kesendirian di kota ini. Seluruh keluargaku tinggal diseberang pulau sana. Pertama kali aku datang ke kota, aku kesepian. Aku tak tahu harus berbuat apa awalnya. Namun akhirnya aku menemukan kesenangan sendiri dengan mengamati hal. Aku selalu mencari hal apa saja yang bisa melupakanku dari kesendirian ini. Hal kecil aku jadikan besar, hal besar aku jadikan lebih besar. Dengan itu juga aku bisa menyindir orang-orang disekelilingku. Aku  tantang mereka, siapa yang berani denganku. Lebih lagi yang tidak berdaya. Ada, ada? Tidak ada ternyata.

Jumat, 22 Juni 2012

Andai saja

Besok dia akan pergi. Pergi untuk tak berjumpa kembali, denganku apalagi. Dia yang sudah tiga tahun kukenal. Dari biasa menjadi tak biasa. Kepalang aku dibuatnya. Senyumnya, tawanya, geraknya. Sama sepertiku, sepertinya dia menyembunyikan perasaannya kurasa, bisa sekali dia. Kenangan itu seperti baru kemarin rasanya. Aku bercakap, bercanda, kita saling tertarik memikat. Andaikan memang seperti itu, karena aku sendiri sedang berandai. 

Dia seseorang yatim-piatu, pamannya menitipkan dia di panti asuhan ini. Dia gadis biasa, sama seperti gadis lain yang aku kenal. Namun entah kenapa, aku dibuat tidak bisa bersikap adil karenanya. Entah kapan, pandangan ku melihat dia berbeda ketika melihat gadis lain. Suatu ketika, dia sangat cantik. Dia menghibur temannya dengan kekurangannya. Dia tersenyum manis menertawai dirinya sendiri. Dia senang, senang melihat temannya tertawa. Ah, cantik sekali dia. Murungnya, merupakan hal yang termanis yang pernah kulihat. Manis ditengah kemirisan, melihatnya dan melihat diriku. Aku tak bisa berbuat apa-apa untuknya. Hanya diam dan berandai. Andai saja aku bisa membuatnya selalu tertawa karena kehadiranku.

Selasa, 19 Juni 2012

Untuk siapa?

Polandia 1930, pasukan Jerman menyerang kota Warsaw. Dalam sebuah ruangan berdiri dua orang laki-laki dengan postur tubuh yang kurang lebih sama. Anda yakin anak muda? Jangan pernah meremehkan kekuatan yang menghadang kita disana! Mereka kuat! Dia kuat! Kita? Hanya segerombolan tikus got dihadapan mereka! Pikirkan lagi!  Kapten Szalvik berkata dengan lantang. Dihadapannya berdiri anak muda, dengan wajah menghadap ke lantai yang bercorak merah tua. Badannya terlihat gemetar, mungkin gugup. Dia coba menaikan wajahnya, memandang ke arah kapten Szalvik, sekilas wajah itu memang tidak memperlihatkan kegugupan. Namun sepertinya anak muda itu menyembunyikan sesuatu. Tapi waktu tinggal tujuh hari lagi kapten. Kami sudah mempersiapkan ini dengan matang. Menurut kapten, akankah saya dan kawan-kawan diam saja ketika ditindas? Kawan-kawan saya orang yang keras kapten! Aku yakin penyerbuan ini akan berhasil. Lima belas pucuk handgun, dan dua puluh pucuk senapan serbu sudah kami persiapkan. Belum lagi granat dan alat peledak lainnya. Sekali lagi aku yakin, kami bisa membuat kelabakan pasukan Jerman yang ada disana!.

Suasana hening.. Anak muda itu kembali mengarahkan pandangannya ke lantai. Kapten terdiam sejenak, memikirkan perkataan anak muda itu. Kapten memundurkan langkahnya, lalu duduk disebuah meja kerja. Diambilnya segelas vodka yang terletak dimeja, lalu diminumnya vodka itu. Kita ini sedang sakit. Kita ada di ambang kehancuran, golongan tua kita sudah tak berdaya. Tak ada upaya yang bisa mereka lakukan. Kota ini, Negara ini tinggal menunggu ajalnya. Coba lihat jumlah pasukan Jerman yang ada di kamp sana. Jauh lebih banyak dari jumlah pasukan kita! Apakah kamu tahu tentang cerita empat kapten Jerman yang sedang kita hadapi sekarang? Henrick si tangan besi,

Akhir

Akhirnya..
Akhir.. bermula dari sebuah awalan
Akhir.. ditempuh dengan berbagai macam jalan
Akhir.. ditentukan berdasarkan keinginan
Akhir.. dinobatkan sebagai kriteria kekompakan
Akhir.. bergantung pada tingkat keseriusan
Akhir.. terasa indah tanpa kegagalan
Akhir.. sengit ketika melawan kekuasaan
Akhir.. bermunculan semangat perjuangan
Akhir.. berat ketika muncul belas kasihan
Akhir.. bergelumut dengan kemunafikan
Akhir.. seberapa besar kuatnya komitmen
Akhir.. berbeda dari apa yang diinginkan
Akhir.. timbulnya kesenangan
Akhir.. besarnya kekecewaan
Akhir.. hanya ada penyesalan
Akhir.. hanya ada kebingungan
Akhir.. akankah masih ada harapan
Akhirnya.. ini belum berakhir kawan..

Minggu, 10 Juni 2012

Dua sosok panutan


Lemah ketika pikiran ini tidak sejalan dengan perbuatan. Tanda bukti belum adanya keselarasan yang menunjang jiwa dan raga. Terkadang kekuatan yang dinantikan itu sesekali muncul, namun dengan cepatnya juga tenggelam. Dimana kedewasaan pikiran yang diagung-agungkan? Manusia dewasa yang mampu dengan teguh memegang pikiran, perkataan dan perbuatannya. Kekhawatiran ini sungguh terlalu nampaknya. Menakuti seluruh lini sang pencari arti kata kehidupan. Sejenak diam dan mengingat, perkataan sang pengantar ku ke dunia ini memang benar. Walaupun berkali-kali memungkiri, tapi memang mereka benar. Ego ini belum sempat mengalah dengan mereka. Perlu banyak dikaji lagi perkataan mereka, juga mulai coba kalahkan ego. Karena sang pencari arti kata kehidupan masih butuh mereka. Terimakasih.

Ngalor-ngidul

Manusia, sebuah hal yang paling kompleks untuk dipahami. Bahkan sebagai wujud dari yang pernah ada. Sepanjang hidup, sebagian dari manusia mengabadikan dirinya untuk memahami. Memikirkan dengan tujuan penghidupan lebih baik untuk manusia lainnya. Mulai dari dulu, pasti. Manusia terus selalu berfikir. Berfikir untuk terus memahami dan mengerti apa artinya hidup. Namun ada juga manusia malas, pasrah. Manusia jenis ini hanya bisa menerima, dengan apa adanya. Tak perlu usaha lebih untuk hidupnya. Padahal menurut saya tujuan manusia hidup adalah berkorban untuk manusia lainnya. Sehingga bisa tercapai suatu rantai, dan tak akan putus mungkin. Ingat, banyak manusia lain yang harus dibela. Kalaupun susah untuk melakukan, ada baiknya terus nikmatilah hidup ini. Kesedihan hanya ada ketika anda sudah bisa menikmatinya.

Resah

Kali ini saya ingin sedikit berimajinasi, tentang intuisi.. Perasaan bahagia menyelimuti, dari pagi hingga petang. Entah mengapa semua hal buruk terlupakan. Hanya kebahagiaan menghadapi kenyataan yang akan datang. Memang tak salah kalau banyak pepatah mengatakan harus menghargai waktu. Karena memang, waktu berharga dan berbahaya. Dia bisa membunuh, membunuh hati dan pikiran anda. Dia bisa menyebarkan virus lupa. Dia bisa membahagiakan anda sesaat, atau menyiksa anda perlahan. Namun ada satu hal yang tak kalah penting dari waktu. Dia berusaha menerangkan gelap. Dia berusaha menggelapkan terang. Dialah intuisi. Ditengah kebahagiaan tadi, di akhir petang intuisi seakan berkata. Hati-hati, anda harus hati-hati. Dan benar, intuisi itu kadang jujur. Dia berusaha memberitahu anda kenyataan. Kadang-kadang tapi. Yasudahlah, aku harus kembali lagi memikirkan apa yang dikatakan intuisi tadi.

Sabtu, 09 Juni 2012

Perspektif

Dua mata itu, memandang dengan tatapan kosong. Pandangannya lurus kedepan, menatap haru kepada seseorang. Momen saat ini memang sedih, “pesta” perginya seorang untuk selamanya . Namun dia melihat kesedihan lain. Bukan sedih, miris mungkin. Kemirisan diantara puluhan orang lain yang sedih. Seorang laki-laki menjadi perhatiannya. Dia terlihat miris ditengah kesedihan yang berusaha ia tunjukan. “Dia memang miris, lebih miris mungkin daripada diriku yang hanya hidup sebagai makhluk menjijikan”. Matanya terus memperhatikan laki-laki itu. Raut muka laki-laki itu penuh dengan pembenaran dari apa yang ia lakukan. Merasa diperhatikan, laki-laki itu mencari siapa yang memperhatikannya. Pandangannya terarah kepada makhluk hitam, kecil berbulu, penuh luka ditubuhnya, dan pasti penuh dengan bau tak sedap. Seekor tikus got ternyata. “Kasian sekali tikus itu, menjijikan, dan hidupnya pasti miris sekali” pikirnya.  Ah sudahlah..

Jumat, 08 Juni 2012

Aku sendiri tak yakin

Nah itu saja.. bagaimana dengan ini? Ah itu juga, aku tak tau, aku tak tau.. tapi aku harus terpaksa untuk tau.. ya sudah itu.. pasti, adakah kepastian? Ada, mungkin.. tapi..  mungkin berarti tak yakin.. ya aku rasa.. hanya ada ketidakpastian.. setidaknya di sekelilingku ini..  rugikah? Tidak, setidaknya untuk diriku.. justru ketidakpastianlah yang membuat itu semua menarik.. kembali lagi, setidaknya saat ini.. tapi, masih ada tapi.. ketidakpastian hanya untuk ku, bukan untuk orang lain dari ku.. karena kuyakin, tapi tidak pasti.. orang lain menginginkan kepastian..

Cepat!

Ah... kepala ini berputar putar, bagaikan komedi putar di pasar malam.. apa yang terjadi semalam? Rasanya tiba2 tubuh ini sudah terbaring lemah di atas kasur.. kulihat jam, jam berapa sekarang? Tepat di angka 9. Apa yang harus kulakukann? Tak tau, pikirku. Ya memang seperti ini acap kali terjadi. lupa akan rutinitas. Hmm bagaimana kalau ku mengulangi lagi film yang kemarin? Menarik juga. Namun akan membunuh banyak waktu jika ku ulanginya.. kuputar saja adegan yang menarik dari film itu.. ide bagus.. pada akhirnya berlanjut dan blab la bla.. teringat akan konsep hidup, apakah hidup harus dipenuhi dengan hiburan? Mana kerja keras dan jerih payahnya? Benar juga ya.. ganti, ganti aku harus belajar.. wah baru ingat, kemarin sempat mendownload banyak film dokumenter.. dan ada film yang belum ku tonton sampai habis.. judulnya end of civilization.. oke, aku akan melanjutkan film itu.. bla, bla, bla.. film menarik, namun karena tak ada subs Indonesia aku hanya bisa mengerti seadanya.. yang kutangkap adalah film itu mengisahkan tentang manusia yang merusak lingkungan.. dengan segala kekuatan dan kemampuannya.. Itu saja mungkin yang bisa kutulis..

Minggu, 25 Maret 2012

Gairah si Pemberi

pagi! selamat datang senin. kembali lagi ke aktifitas normal. bangun pagi sudah ada sms yang menanyakan tugas untuk mata kuliah jam 8 nanti. ya, ternyata memang ada yang terlupakan. tugas, tugas untuk nanti. belum dikerjakan! haha. yasudahlah, mesti gimana lagi. rasanya juga malas untuk masuk kelas nanti. ada masalah yang harus diselesaikan dulu. motor! motor itu kumat lagi penyakitnya. tapi bukat kumat namanya kalau penyakit baru yang datang. dia tiba2 saja mati, tak sadarkan diri. kegairahan hidupnya menghilang begitu saja. perlu dilakukan dorongan semangat atau biasa disebut manual starter untuk mengembalikan kegairahan hidupnya. kasihan.. dulu dia penuh dengan semangat. hidupnya terasa sangat bahagia, membantu semua orang yang menaikinya dengan sepenuh hati. itulah yang membuatnya tetap bertahan saat itu, memberi kasih. namun apa yang terjadi saat ini, energinya seakan2 habis. karena dia tidak bisa menebarkan rasa kasihnya ke siapapun. pemberi kasih dan akhirnya dikasihani. malang.. hahaha