Kali ini saya ingin sedikit berimajinasi, tentang intuisi.. Perasaan bahagia menyelimuti, dari pagi hingga petang. Entah mengapa semua hal buruk terlupakan. Hanya kebahagiaan menghadapi kenyataan yang akan datang. Memang tak salah kalau banyak pepatah mengatakan harus menghargai waktu. Karena memang, waktu berharga dan berbahaya. Dia bisa membunuh, membunuh hati dan pikiran anda. Dia bisa menyebarkan virus lupa. Dia bisa membahagiakan anda sesaat, atau menyiksa anda perlahan. Namun ada satu hal yang tak kalah penting dari waktu. Dia berusaha menerangkan gelap. Dia berusaha menggelapkan terang. Dialah intuisi. Ditengah kebahagiaan tadi, di akhir petang intuisi seakan berkata. Hati-hati, anda harus hati-hati. Dan benar, intuisi itu kadang jujur. Dia berusaha memberitahu anda kenyataan. Kadang-kadang tapi. Yasudahlah, aku harus kembali lagi memikirkan apa yang dikatakan intuisi tadi.
Minggu, 10 Juni 2012
Sabtu, 09 Juni 2012
Perspektif
Dua mata itu, memandang dengan tatapan kosong. Pandangannya lurus
kedepan, menatap haru kepada seseorang. Momen saat ini memang sedih, “pesta” perginya
seorang untuk selamanya . Namun dia melihat kesedihan lain. Bukan sedih, miris
mungkin. Kemirisan diantara puluhan orang lain yang sedih. Seorang laki-laki
menjadi perhatiannya. Dia terlihat miris ditengah kesedihan yang berusaha ia
tunjukan. “Dia memang miris, lebih miris mungkin daripada diriku yang hanya
hidup sebagai makhluk menjijikan”. Matanya terus memperhatikan laki-laki itu. Raut
muka laki-laki itu penuh dengan pembenaran dari apa yang ia lakukan. Merasa diperhatikan,
laki-laki itu mencari siapa yang memperhatikannya. Pandangannya terarah kepada
makhluk hitam, kecil berbulu, penuh luka ditubuhnya, dan pasti penuh dengan bau
tak sedap. Seekor tikus got ternyata. “Kasian sekali tikus itu, menjijikan, dan
hidupnya pasti miris sekali” pikirnya. Ah
sudahlah..
Hitam putih hiburan malam kota Jakarta
Sebagian kalimat ada yang copas dari tulisan orang..
“Gilaa, asik banget nih bro.. Gaa kuaat deeh” celetuk seseorang dari dalam senyapnya kegelapan. Kegelapan di sebuah tempat hiburan malam di Jakarta. Jakarta sebagai kota terpadat di Indonesia tidak akan pernah berhenti untuk menyajikan sesuatu yang baru bagi warganya. Penatnya kehidupan perkotaan dan pusingnya tuntutan pekerjaan menyebabkan dibutuhkannya tempat yang bisa mengusir itu semua di Jakarta. Salah satu tempat yang paling digemari dan banyak peminatnya adalah tempat hiburan malam.
Sebelumnya banyak yang beranggapan bahwa akan sulit mencari kesenangan ketika waktu sudah melewati pukul 11 malam. Tetapi hal itu tidak berlaku bagi mereka yang hidup di tengah hiruk pikuknya kota Jakarta. Ibu Kota Indonesia ini merupakan salah satu kota metropolitan yang tidak pernah tidur, selalu hidup selama 24 jam setiap harinya.
Bagi para penikmat malam, Jakarta malam hari adalah surga. Semakin malam, Jakarta semakin bergairah. Banyak tempat hiburan yang mulai bermunculan. Tetapi tentunya tak seperti tempat hiburan pada siang hari. Hiburan malam hari di Jakarta hadir bersama dengan kerlap-kerlip lampu disco dan dentuman music. Begitupun dari segi jumlah, tempat hiburan malam di Jakarta banyak sekali jumlahnya, bertebaran di sekeliling kota Jakarta.
Jika boleh di artikan, hiburan malam disini berarti tempat orang mencari kesenangan duniawi dikala malam, dan biasanya identik dengan menghambur-hamburkan uang. Tempat hiburan malam memang banyak sekali berada
Jumat, 08 Juni 2012
Aku sendiri tak yakin
Nah itu saja.. bagaimana dengan ini? Ah itu juga, aku tak
tau, aku tak tau.. tapi aku harus terpaksa untuk tau.. ya sudah itu.. pasti, adakah
kepastian? Ada, mungkin.. tapi.. mungkin
berarti tak yakin.. ya aku rasa.. hanya ada ketidakpastian.. setidaknya di
sekelilingku ini.. rugikah? Tidak,
setidaknya untuk diriku.. justru ketidakpastianlah yang membuat itu semua
menarik.. kembali lagi, setidaknya saat ini.. tapi, masih ada tapi..
ketidakpastian hanya untuk ku, bukan untuk orang lain dari ku.. karena kuyakin,
tapi tidak pasti.. orang lain menginginkan kepastian..
Cepat!
Ah... kepala ini berputar putar, bagaikan komedi putar di
pasar malam.. apa yang terjadi semalam? Rasanya tiba2 tubuh ini sudah terbaring
lemah di atas kasur.. kulihat jam, jam berapa sekarang? Tepat di angka 9. Apa
yang harus kulakukann? Tak tau, pikirku. Ya memang seperti ini acap kali
terjadi. lupa akan rutinitas. Hmm bagaimana kalau ku mengulangi lagi film yang
kemarin? Menarik juga. Namun akan membunuh banyak waktu jika ku ulanginya..
kuputar saja adegan yang menarik dari film itu.. ide bagus.. pada akhirnya
berlanjut dan blab la bla.. teringat akan konsep hidup, apakah hidup harus
dipenuhi dengan hiburan? Mana kerja keras dan jerih payahnya? Benar juga ya..
ganti, ganti aku harus belajar.. wah baru ingat, kemarin sempat mendownload
banyak film dokumenter.. dan ada film yang belum ku tonton sampai habis..
judulnya end of civilization.. oke, aku akan melanjutkan film itu.. bla, bla,
bla.. film menarik, namun karena tak ada subs Indonesia aku hanya bisa mengerti
seadanya.. yang kutangkap adalah film itu mengisahkan tentang manusia yang
merusak lingkungan.. dengan segala kekuatan dan kemampuannya.. Itu saja
mungkin yang bisa kutulis..
Langganan:
Postingan (Atom)