Sabtu, 09 Juni 2012

Perspektif

Dua mata itu, memandang dengan tatapan kosong. Pandangannya lurus kedepan, menatap haru kepada seseorang. Momen saat ini memang sedih, “pesta” perginya seorang untuk selamanya . Namun dia melihat kesedihan lain. Bukan sedih, miris mungkin. Kemirisan diantara puluhan orang lain yang sedih. Seorang laki-laki menjadi perhatiannya. Dia terlihat miris ditengah kesedihan yang berusaha ia tunjukan. “Dia memang miris, lebih miris mungkin daripada diriku yang hanya hidup sebagai makhluk menjijikan”. Matanya terus memperhatikan laki-laki itu. Raut muka laki-laki itu penuh dengan pembenaran dari apa yang ia lakukan. Merasa diperhatikan, laki-laki itu mencari siapa yang memperhatikannya. Pandangannya terarah kepada makhluk hitam, kecil berbulu, penuh luka ditubuhnya, dan pasti penuh dengan bau tak sedap. Seekor tikus got ternyata. “Kasian sekali tikus itu, menjijikan, dan hidupnya pasti miris sekali” pikirnya.  Ah sudahlah..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar